Senin, 10 Oktober 2011

APLIKASI SISTEM PAKAR


APLIKASI SISTEM PAKAR
UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT DALAM PADA MANUSIA

ABSTRAKSI
Sistem pakar adalah program artificial intelligence atau kecerdasan buatan yang menggabungan basis ilmu pengetahuan dengan mesin inferensi. Dimana program computer yang memberikan metodologi untuk penalaran tentang informasi yang ada dalam basis pengetahuan dan dalam workplace dan untuk memformulasikan kesimpulan.
Aplikasi ini bertindak sebagai seorang konsultan yang cerda atau penasihat yang ahli dalam suatu bidang tertentu. Dimana hasil himpunan pengetahuan yang telah dikumpulkan dari beberapa pakar dihimpun menjadi satu sistem. Sehingga seorang awan sekalipun dapat menggunakan sistem pakar  untuk memecahkan persoalan yang sedang dia hadapi.
Artikel ini akan membahas tentang penerapan sistem pakar dalam aplikasi untuk mendiagnosa penyakit dalam pada manusia. Sehingga user dapat melakukan diagnosa tentang penyakit yang diderita berdasarkan gejala yang telah dirasakan oleh user.
Keyword : Sistem pakar, mesin inferensi, penyakit dalam, metode Dempster-Shafer
PENDAHULUAN
Penyakit dalam adalah suatu cabang ilmu kedokteran yang mempunyai ragam penyakit paling banyak, dan sampai saat ini penggolongan itu masih terus berlangsung. Beberapa penyakit yang termasuk di dalam klasifikasi penyakit dalam antara lain paru-paru, jantung, hati, ginjal, anemia, dan masih banyak lagi. Dan dari klasifikasi tersebut masih mempunyai spesifikasi – spesifikasi yang lebih dalam lagi. Contoh untuk penyakit paru-paru terdiri dari ISPA ( Infeksi Saluran Pernapasan Atas ), asma, bronchitis, TBC, infeksi paru , kanker  paru , tumor paru dan lain sebagainya.
Saat  ini teknologi informasi telah dirasakan manfaatnya diberbagai bidang untuk memecahkan berbagi masalah yang dihadapi. Semakin cepat dan majunya teknologi informasi maka akan semakin cerdas dan semakin kompleks pula peran yang dimainkannya. Bahkan saat ini telah dikenal  artificial intelligence atau kecerdasan buatan dimana menyediakan atau menciptakan suatu alat atau sistem informasi dengan kemampuan untuk menampilkan suatu perilaku yang dianggap cerdas oleh manusia.
Salah satu manfaat cabang teknologi informasi dibidang kedokteran adalah sistem pakar. Konsep sistem pakar adalah sistem yang mengadopsi pengetahuan pakar dan mengimplementasikannya ke dalam sistem komputer  yang di desain untuk memodelkan kemapuan menyelesaikan masalah seperti seorang pakar.
Tujuan dari aplikasi sistem pakar ini tidak untuk menggantikan peran para pakar dalam hal ini adalah para dokter. Namun untuk mengimplementasikan pengetahuan para pakar ke dalam bentuk perangkat lunak, sehingga masyarakat dapat mendiagnosa gejala gejala penyakit yang dialami dan melakukan pencegahan agar penyakit yang diderita tiadak semakin parah tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar.

DAFTAR PUSTAKA
  1. Kusrini, S.Kom, 2006, Sistem Pakar Teori dan Aplikasi, Andi Offset,Yogyakarta.
  2. Efraim Turban, Jay E.Aronson, Ting Peng Liang, 2005, Decision Support Systems and Intelligent System (Sistem Pendudukung Keputusan dan Sistem Cerdas), Edisi 7, Jilid 2, C.V Adi Offset (Andi), Yogyakarta.
  3. Sulistyohati Aprilia, Hidayat Taufiq, 2008, APLIKASI SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT GINJAL DENGAN METODE DEMPSTER-SHAFER, Yogyakarta.
  4. Juliana, Perancangan Sistem Pakar Untuk Mendianosa Penyakit Ayam Menggunakan PHP

Database Terdistribusi

DATABASE TERDISTRIBUSI (DISTRIBUTED DATABASE= DDB)

PENDAHULUAN
CERI :
“ A distributed DB is a collection of data which belong logically to the same system
but are spread over the sites of a computer network”
OZSU :
“A distributed DB is a collection of multiple, logically interrelated DB distributed
over a computer network”
KORTH :
“A DDB system consists of a collection of sites, each of which maintains a local
database system”
Dalam sebuah database terdistribusi, database disimpan pada beberapa
komputer. Komputer-komputer dalam sebuah sistem terdistribusi berhubungan
satu sama lain melalui bermacam-macam media komunikasi seperti high-speed
buses atau telephone line.
Sebuah sistem database terdistribusi berisikan sekumpulan site, di mana tiap-tiap
site dapat berpartisipasi dalam pengeksekusian transaksi-transaksi yang
mengakses data pada satu site atau beberapa site. Tiap-tiap site dapat
memproses transaksi lokal yaitu sebuah transaksi yang mengakses data pada
satu site di mana transaksi telah ditentukan.
Sebuah site juga dapat mengambil bagian dalam mengeksekusi transaksi global
yaitu transaksi yang mengakses data pada site yang berbeda di mana transaksi
telah ditentukan, atau transaksi yang mengakses data pada beberapa site yang
berbeda.
Ada 2 aspek penting dari DDB :
1. Distribusi : data tidak disimpan pada tempat (prosesor) yang sama,
sehingga DDB dapat dibedakan dari database tunggal, sentralisasi
2. Korelasi logika : data memiliki property yang berhubungan sehingga DDB
dapat dibedakan dari sekumpulan database local atau file yang disimpan
pada tempat yang berbeda pada jaringan komputer.

Site-site dalam database terdistribusi dihubungkan secara fisik dengan berbagai
cara. Beberapa topologi digambarkan sebagai sebuah graph yang simpulsimpulnya
bersesuaian dengan site. Sebuah edge dari simpul A ke simpul B
bersesuaian dengan sebuah hubungan langsung antara dua site.
Fully connected network Partially connected network
Sistem Manajemen Basis Data 3/12

Fully Connected network :
Keuntungan : kalau salah satu node rusak, yang lainnya masih dapat berjalan
(tetapi biaya mahal).
Kerugian : control management tidak terjamin
Partially connected network :
Keuntungan : reliability rendah, biaya dapat ditekan
Kerugian : control management tidak terjamin
Tree structure network :
Keuntungan : bersifat sentral, control management lebih terjamin
Kerugian : kalau node pusat (A) rusak, semua akan rusak.
Cat : setiap proses dimulai dari bawah.
Ring Network (LAN) :
Keuntungan : rusak satu, yang lain masih berjalan
Kerugian : Control management kurang terjamin karena bersifat desentralisasi
Star Network (LAN) :
Keuntungan : - control management lebih terjamin, karena bersifat sentral
- reliability rendah
Kerugian : kalau pusat rusak, yang lainnya rusak
SistemManajemen Database Terdistribusi (Distributed DBMS) merupakan sistem
software yang dapat memelihara DDBS dan transparan ke user.
DDBS bukan merupakan kumpulan dari file yang dapat disimpan tersendiri di
setiap node dari jaringan komputer. Untuk membentuk DDBS, file tidak
seharusnya berelasi secara logika saja, tetapi perlu ada struktur di antara file dan
akses data bukan merupakan hal yang khusus.
Keuntungan dari DDBS
􀂉 Otonomi local : karena data didistribusikan, user dapat mengakses dan bekerja
dengan data tersebut sehingga memiliki kontrol local.
Sistem Manajemen Basis Data 4/12
􀂉 Meningkatkan kinerja : karena setiap site menangani hanya bagian dari DB,
CPU dan I/ O tidak seberat seperti DB pusat. Data yang dipakai untuk
transaksi disimpan dalam beberapa site, sehingga eksekusi transaksi dapat
secara parallel.
􀂉 Meningkatkan reliability/ availability : jika satu site mengalami crash, dapat
membuat beberapa site tidak dapat diakses. Jika data direplikasi ke banyak
site, kerusakan hubungan komunikasi tidak menjadikan sistem total tidak dapat
dioperasikan.
􀂉 Ekonomis : dari biaya komunikasi, baik membagi aplikasi dan memproses
secara local di setiap site. Dari biaya komunikasi data, akan lebih murah untuk
memelihara sistem komputer dalam satu site dan menyimpan data secara
local.
􀂉 Expandibility : akan lebih mudah mengakomodasikan ukuran DB yang semakin
besar. Ekspansi dapat dilakukan dengan menambah proses dan kekuatan
penyimpanan ke jaringan.
􀂉 Shareability : jika sistem informasi tidak terdistribusi, akan sulit untuk berbagi
data dan sumber daya. Sistem DB terdistribusi memungkinkan hal ini.
Kerugian dari DDBS
􀂉 Kurangnya pengalaman : sistem DB terdistribusi bertujuan umum (generalpurpose)
tidak sering digunakan. Yang digunakan adalah sistem prototype
yang dibuat untuk satu aplikasi (misal : reservasi pesawat)
􀂉 Kompleksitas : masalah DDBS lebih kompleks dibandingkan dengan
manajemen database terpusat
􀂉 Biaya : sistem terdistribusi membutuhkan tambahan hardware (untuk
mekanisme komunikasi) sehingga biaya hardware meningkat. Yang terpenting
pada biaya ini adalah replikasi. Jika fasilitas komputer dibuat di banyak site,
akan memerlukan orang2 yang memelihara fasilitas tersebut
􀂉 Kontrol distribusi : sebelumnya menjadi keuntungan. Tetapi karena distribusi
menyebabkan masalah sinkronisasi dan koordinasi, kontrol terdistribusi
menjadi kerugian atau kekurangan di masalaha ini.
􀂉 Keamanan : akan mudah mengontrol database yang terpusat. Dalam sistem
database terdistribusi, jaringan membutuhkan keamanan tersendiri.
􀂉 Perubahan yang sulit : tidak ada tool atau metodologi untuk membantu user
mengubah database terpusat ke database terdistribusi.

PERANCANGAN DATABASE TERDISTRIBUSI
Alokasi data
Ada beberapa alternatif dasar untuk menyimpan atau menempatkan data : partisi
dan replikasi. Dalam skema partisi, database dibagi ke dalam sejumlah partisi
yang disjoin yang masing2 ditempatkan di site yang berbeda. Perancangan
replikasi dibedakan atas fully replication atau fully duplicated dimana seluruh
database ditempatkan di masing2 site, atau partially replicated yaitu masing2
partisi dari database disimpan di lebih dari satu site tetapi tidak di semua site.
Ada 2 perancangan dasar yaitu fragmentasi, pemisahan database ke dalam
partisi2, disebut fragment, dan distribusi.
Sistem Manajemen Basis Data 5/12
Fragmentasi
Relasi dibagi ke dalam beberapa fragment, masing2 disimpan di site yang
berbeda. Ada 2 strategi, yaitu fragmentasi horizontal dan vertikal.
Fragmentasi horizontal
Fragmentasi berdasarkan tupel. Setiap fragment memilki subset dari tupel relasi.
Relasi r dibagi ke dalam sejumlah subset r1, r2,.., rn, masing2 berisi dari sejumlah
tupel relasi r. Masing2 tupel relasi r harus merupakan satu dari fragment2
tersebut sehingga relasi awalnya dapat dibentuk kembali. Suatu fragmen
didefinisikan sebagai seleksi pada relasi global r. Sebuah predikat Pi digunakan
untuk menyusun fragmen ri :
ri = σ Pi (r)
Pembentukan kembali dilakukan dengan menggabungkan seluruh fragment :
n
R = U ri
i=1
Fragmentasi vertikal
Fragmentasi vertikal dari r(R) melibatkan beberapa subset R1, R2, …, Rn dari R
sedemikian sehingga
n
U Ri = R
i=1
Setiap fragment ri dari r didefinisikan sebagai :
ri = Π Ri (r)
Pembentukan kembali dengan menggunakan join natural : r = r1|x| r2 |x|…|x| rn
Fragmentasi vertikal dibuat dengan menambahkan atribut khusus yaitu tuple-id,
yang merupakan alamat fisik atau logika untuk tupel dan menjadi kunci pada
skema. Tetapi tuple-id tidak diperlihatkan ke user.
Sistem Manajemen Basis Data 6/12
CONTOH
Deposit
Branch-name Account-number Customer-name balance
Hillside 305 Lowman 500
Hillside 226 Camp 336
Valleyview 117 Camp 205
Valleyview 402 Kahn 10000
Hillside 155 Kahn 62
Valleyview 408 Kahn 1123
Valleyview 639 Green 750
Fragmentasi horizontal
deposit1 = σ branch-name = “Hillside” (deposit)
Branch-name Account-number Customer-name balance
Hillside 305 Lowman 500
Hillside 226 Camp 336
Hillside 155 Kahn 62
deposit2 = σ branch-name = “Valleyview” (deposit)
Branch-name Account-number Customer-name balance
Valleyview 117 Camp 205
Valleyview 402 Kahn 10000
Valleyview 408 Kahn 1123
Valleyview 639 Green 750
Fragmentasi vertikal
Deposit’ = Deposit-scheme U tuple-id
Branch-name Account-number Customer-name balance Tuple-id
Hillside 305 Lowman 500 1
Hillside 226 Camp 336 2
Valleyview 117 Camp 205 3
Valleyview 402 Kahn 10000 4
Hillside 155 Kahn 62 5
Valleyview 408 Kahn 1123 6
Valleyview 639 Green 750 7
Deposit-scheme-3 = (branch-name, customer-name, tuple-id)
Deposit-scheme-4 = (account-number, balance, tuple-id)
deposit3 = Π deposit-scheme-3 (deposit’)
Branch-name Customer-name Tuple-id
Hillside Lowman 1
Hillside Camp 2
Valleyview Camp 3
Valleyview Kahn 4
Hillside Kahn 5
Valleyview Kahn 6
Valleyview Green 7
Sistem Manajemen Basis Data 7/12
deposit4 = Π deposit-scheme-4 (deposit’)
Account-number balance Tuple-id
305 500 1
226 336 2
117 205 3
402 10000 4
155 62 5
408 1123 6
639 750 7
Pembentukan kembalinya Πdeposit-scheme (deposit3 |x| deposit4)
Fragmentasi campuran
Terdiri dari :
1. Mengaplikasikan fragmentasi horizontal terhadap fragment vertikal
A1 A2 A3 A4 A5
2. Mengaplikasikan fragmentasi vertikal terhadap fragment horizontal
A1 A2 A3 A4 A5
Deposit3a = σ branch-name = “Hillside” (deposit3)
Deposit3b = σ branch-name = “Valleyview” (deposit3)
Relasi r dibagi ke dalam 3 fragment deposit3a , deposit3b dan deposit4. Masing2
disimpan di site yang berbeda.
REPLIKASI
Jika relasi r direplikasi, salinan dari relasi r disimpan di 2 atau lebih site. full
replication menyimpan salinan di setiap site dari sistem.
Fragmen dapat direplikasi. Misal ada sistem terdistribusi terdiri dari S1, S2, …, S10.
Salinan fragment deposit3a pada site S1, S3 dan S7. Salinan deposit3b pada site S7
dan S10 dan salinan deposit4 ada pada site S2, S8 dan S9.
Keuntungan dan kerugian dari replikasi
􀂉 Availability : jika satu site yang berisi relasi r gagal, relasi r masih didapat di
site yang lain. Sistem dapat melanjutkan proses meskipun satu site mengalami
kegagalan.
Sistem Manajemen Basis Data 8/12
􀂉 Meningkatkan parallel : beberapa site dapat memproses query terhadap r
secara parallel. Semakin banyak ada replikasi, semakin besar kesempatan
data yang dibutuhkan ditemukan pada site dimana transaksi dijalankan.
Replikasi data meminimalkan pergerakan data di antara site.
􀂉 Meningkatkan overhead update : sistem harus memastikan bahwa semua
replikasi dari relasi r konsisten. Karena kalau tidak, akan terjadi kesalahan
komputasi. Di mana pun r di-update, update ini harus disebar ke seluruh site.
replikasi meningkatkan kinerja operasi baca dan meningkatkan availability
pembacaan data. Transaksi update meningkatkan overhead. Masalah
pengontrolan konkurensi update data yang direplikasi semakin kompleks dari
pendekatan terpusat. Cara sederhana adalah membuat salinan utama dari r.
Misal : di sistem perbankan, rekening dapat dihubungkan dengan site dimana
rekening tersebut dibuka.
TRANSPARANSI PADA DDBMS
Merupakan pemisahan dari semantic level tingkat tinggi dari implementasi level
rendah. Atau sistem transparansi menyembunyikan rincian implementasi dari
user.
Language transparancy
fragmentasi
replikasi
network
data independence
data
lapisan transparansi
Tidak mudah dalam menggambarkan tingkat transparansi yang jelas. Dengan
adanya transparansi bahasa sebagai lapisan generik, membuat user memiliki
akses terhadap data bertingkat tinggi (4th GL, GUI, akses bahasa natural, dll).
Bentuk2 transparansi
􀂉 Data independence
Kebebasan data menjadi bentuk dasar transparansi yang terlihat di DBMS.
Kebebasan data berarti kekebalan dari aplikasi user untuk mengubah definisi dan
organisasi data dan sebaliknya.
Definisi data dapat terjadi dalam 2 tahap. Pada satu level, struktur logika dari data
dispesifikasikan (schema definition) dan pada level yang lain struktur fisik dari data
didefinisikan (physical data description).
Ada 2 tipe kebebasan data
1. Kebebasan data secara logic : kekebalan aplikasi user untuk mengubah
struktur logika database. Secara umum, jika aplikasi user dioperasikan pada
sebuah subset atribut relasi, tidak ada pengaruh yang terjadi jika atribut baru
ditambahkan ke relasi yang sama.
2. Kebebasan data secara fisik : berhubungan dengan penyembunyian rincian
struktur penyimpanan dari aplikasi user. Saat aplikasi user ditulis, rincian dari
Sistem Manajemen Basis Data 9/12
organisasi data secara fisik tidak perlu diperhatikan. Organisasi data apa pun
dapat dipakai.
􀂉 Transparansi jaringan/ terdistribusi
Dalam sistem terpusat, hanya satu sumber yang dipelihara user yaitu data (sistem
penyimpanan). Dalam manajemen DB terdistribusi, ada sumber kedua yagn perlu
dipelihara yaitu jaringan. User perlu dilindungi dari detail operasi jaringan. Tidak
perlu ada perbedaan antara aplikasi database yang berjalan di DB terpusat dan
DB terdistribusi. Akan baik jika memiliki keseragaman dalam operasi yang
diakses.
Jika ingin mengkopi sebuah file, perintah yang digunakan seharusnya sama untuk
pengkopian dalam satu mesin atau antar mesin yang terhubung dengan jaringan.
Sayangnya banyak OS untuk jaringan yang belum menyediakan transparansi ini.
cp <source file> <target file> ; satu mesin
rcp <machine-name:source file> <machine-name:target file> ; mesin berbeda
Transparansi lokasi merupakan transparansi terhadap perintah yang bebas
digunakan pada lokasi data maupun pada sistem dimana operasi berjalan.
Transparansi penamaan (naming tranparancy) berarti nama yang unik diberikan
ke setiap objek database. Caranya dengan menambahkan nama lokasi (identifier)
sebagai bagian dari nama objek. Sistem yang bertanggungjawab memberikan
penamaan terhadap objek agar menjadi unik.
􀂉 Transparansi replikasi
Data yang mudah diakses oleh user dapat ditempatkan pada mesin local user
seperti mesin user lain dengan akses data yang sama. Jika satu mesin gagal,
salinan data masih ada pada lokasi mesin yang lain dalam jaringan. Keputusan
direplikasikan atau tidak, dan berapa banyak salinan dari objek database,
bergantung pada tingkatan aplikasi user. Tetapi replikasi menyebabkan masalah
dalam meng-update DB. Jika apllikasi user berorientasi pada update, sebaiknya
tidak perlu ada banyak salinan data.
􀂉 Transparansi fragmentasi
Fragmentasi dapat mengurangi efek negatif dari repllikasi. Setiap salinan tidak
merupakan salinan penuh tetapi hanya sebuah subset, jadi ruang yang dibutuhkan
lebih sedikit dan item data lebih sedikit untuk dipelihara.
Saat objek DB difragment, masalah menangani queri user timbul. Masalah
menangani strategi memproses queri berdasarkan fragment dibandingkan relasi
meskipun query dibuat kemudian. Bentuk translasi ini disebut sebagai query
global ke beberapa query fragment.
􀂉 Siapa yang menyediakan transparansi
Penyediaan transparansi perlu melihat lapisan transparansi. Ada 3 lapisan
transparansi yang berbeda yang dapat saling menguntungkan secara eksklusif
dalam penyediaan service meskipun lebih sesuai untuk ditinjau sebagai
tambahan. Tanggungjawab dalam menyediakan akses data yang transparan
Sistem Manajemen Basis Data 10/12
adalah akses lapisan. Transparansi dimulai dari transparansi bahasa yang
menterjemahkan service yang diminta ke operasi yang dibutuhkan. Compiler atau
interpreter mengambil alih tugas dan tidak ada service transparan disediakan
untuk compiler atau interpreter. Lapis kedua adalah transparansi di level sistem
operasi. Penyediaan akses transparan ke sumber daya di level OS diperluas ke
distribusi, dimana manajemen jaringan diambil alih oleh OS terdistribusi.
Sayangnya tidak semua OS memiliki manajemen jaringan ini. Lapis ketiga ada
pada DBMS. DBMS bertindak sebagai operasi yang terintegrasi dan sistem
manajemen DB. Yang khas adalah pembuatan DBMS pada komputer generalpurpose
yang berjalan di beberapa OS. Pada lingkungan ini, transparansi dan
dukungan fungsi DB yang disediakan untuk perancang DBMS sangat minimal dan
khas ke operasi dasar untuk menjalankan tugas khusus.
DBMS bertanggungjawab untuk membuat semua translasi yang berarti dari OS ke
interface user yang lebih tinggi.
Sistem Manajemen Basis Data 11/12
CLIENT-SERVER
Database
Workstation2
Workstation1 Workstation3
LAN
file server
request for data files returned
Gambar 3. File Server
Di lingkungan file-server, pemrosesan didistribusikan ke jaringan yang Local Area
Network (LAN). File-Server menunjang kebutuhan file dengan aplikasi-aplikasi dan
DBMS. Aplikasi dan DBMS bekerja pada masing-masing workstation.
Permintaan file dari file-server diilustrasikan pada gambar di atas. File-server
bertindak sebagai sebuah drive hard-disk yang dapat dipakai bersama. DBMS
pada masing - masing workstation mengirimkan permintaan ke file-server untuk
seluruh data yang dibutuhkan DBMS yang disimpan di disk.
Contoh :
SELECT fname, lname
FROM b, staff s
WHERE b.bno = s.sno AND b.street = '163 Main St' ;
File-server tidak mempunyai pengetahuan SQL, DBMS harus meminta file-file
untuk berhubungan dengan relasi Branch dan Staff dari file-server.
Sistem Manajemen Basis Data 12/12
Kerugian arsitektur file-server :
1. Adanya lalulintas network.
2. Salinan DBMS dibutuhkan pada masing - masing workstation.
3. Concurency, recovery dan integrity kontrol lebih kompleks karena pada multiple
DBMS mengakses file yang dapat dipakai bersama.
Referensi
1. Ceri, Stefano & Pelagatti G, Distributed Databases : Principles & Systems,
McGraw-Hill, Singapore, 1984
2. Korth, H.F & Siberschatz, Database System Concepts, McGraw-Hill, USA,
1986
3. Öszu, M.T & Valduriez, Principles of Distributed Database Systems, Prentice-
Hall,New Jersey, 1991

Kamis, 06 Oktober 2011

802.11 adalah sebuah standart yang digunakan dalam jaringan Wireless / jaringan Nirkabel dan di implementasikan di seluruh peralatan Wireless yang ada. 802.11 dikeluarkan oleh IEEE sebagai standart komunikasi untuk bertukar data di udara / nirkabel.

Untuk berkomunikasi di udara / wireless / tanpa kabel, standart 802.11 menyatakan bahwa operasinya adalah Half Duplex, menggunakan frequensi yang sama untuk mengirim dan menerima data dalam sebuah WLAN. Tidak diperlukan licensi untuk menggunakan standart 802.11, namun harus mengikuti ketentuan yang telah di buat oleh FCC. IEEE mendefinisikan standart agar sesuai dengan peraturan FCC. FCC tidak hanya mengatur Frekuensi yang dapat di gunakan tanpa licensi tetapi juga level power dimana WLAN dapat beroperasi, teknologi transmisi yang dapat digunakan, dan lokasi dimana peralatan WLAN tertentu dapat di implementasikan.

Untuk mendapat Bandwidth dari Sinyal RF (Radio), kita perlu mengirim data sebagai sinyal elektrik menggunakan metoda pemancaran tertentu. Salah satunya adalah Spread Spectrum.Pada tahun 1986, FCC menyetujui penggunaan Spread Spectrum di pasar komersial menggunakan apa yag disebut Pita Frekuensi Industry, Scientific, dan Medical (ISM)/ ISM Band. Untuk meletakkan data pada sinyal RF, perlu menggunakan teknik modulasi. Modulasi adalah teknik penambahan data ke sinyal carier / pembawa. Yang sering dipakai dan sudah familiar adalah Frequensi Modulation (FM) atau Amplitude Modulation (AM).

Semakin banyak informasi yang di letakkan pada signal, spektrum frekuensi yang digunakan semakin banyak, atau dengan kata lain Bandwidth. Dalam Wireless Networking, kata bandwidth bisa berarti dua hal yang berbeda. Bandwidth dapat berarti data rate atau dapat berarti lebar puta dari channel Radio (RF).

Pada Channel Radio non-license yang digunakan pada WLAN untuk transmisi data ada pada Frekuensi 900 Mhz, 2.4 Ghz, dan 5 Ghz. Hal ini dikontrol oleh FCC. Dan untuk pemakaian Frekuensi tersebut ditiap negara masing-masing berbeda pengunaannya. Di Indonesia frekuensi 2.4 Ghz tidak memerlukan Izin, kecuali frekuensi 5 Ghz dimana banyak digunakan oleh ISP ISP karena ketahanannya terhadap interferensi.

WAP Wireless Application Protocol



Wireless Application Protocol disingkat WAP adalah sebuah protokol atau sebuah teknik messaging service yang memungkinkan sebuah telepon genggam digital atau terminal mobile yang mempunyai fasilitas WAP, melihat/membaca isi sebuah situs di internet dalam sebuah format teks khusus. Situs internet ini harus merupakan situs dengan fasilitas WAP.

WAP dipublikasikan oleh WAP Forum, ditemukan pertama kali oleh Ericsson pada tahun 1997. Motorola, Nokia, dan Unwired Planet juga melakukan hal yang sama. Anggota Forum itu kini beranggotakan lebih dari 90% pasar telepon genggam, software developer dan organisasi yang lain.

Versi Dari WAP / Wireless Application Protocol

Ada beberapa versi WAP antara lain WAP 1.2.1 dan 2.0. WAP 1.2.1 hanya dapat menampilkan laman sederhana saja dibandingkan dengan WAP 2.0 yang mendukung bahasa xhtml dan gambar.

WAP di buat pertama kali sebagai protokol komunikasi bergerak yang tidak bergantung pada sistem tertentu. WAP dirancang sebagai bagian dari sistem di masa depan sama halnya dengan Bluetooth dan GPRS.

WAP merupakan protokol komunikasi bergerak yang terdiri dari beberapa layer dan dapat dijalankan pada sistem jaringan yang berbeda. Teknologi ini merupakan hasil kerjasama antar industri untuk membuat sebuah standar yang terbuka dan berbasis pada standar Internet, serta beberapa protokol yang sudah dioptimasi untuk lingkungan nirkabel. Teknologi ini bekerja dalam modus teks dengan kecepatan sekitar 9,6 kbps.
Keterbatasan Perangkat WAP
   1. Kemampuan Central Processing Unit(CPU)
      yang lebih rendah dibandingkan CPU
      yang digunakan pada perangkat wired seperti komputer.
   2. Keterbatasan ukuran memori
   3. Penghematan penggunaan daya(power)yang biasanya menggunakan batere
   4. Ukuran display yang lebih kecil dan terbatas
   5. Input device yang berbeda dengan device biasa

Disain dari informasi yang dikirimkan melalui WAP biasanya menggunakan format WML (Wireless Markup Language). WML ini mirip HTML, hanya lebih spesifik untuk perangkat nirkabel yang memiliki keterbatasa seperti di atas.

Contoh Penggunaan WAP
    * Informasi jadwal keberangkatan penerbangan
    * Transaksi pembelian tiket
    * Pendaftaran keberangkatan pesawat
    * Informasi lalu lintas
    * Daftar informasi kondisi cuaca
    * Informasi nilai stok
    * Mencari informasi nomor telepon atau alamat

Infrastruktur Jaringan


Suatu infrastruktur jaringan adalah sekumpulan komponen-2 fisikal dan logical yang memberikan pondasi konektifitas, keamanan, routing, manajemen, access, dan berbagai macam fitur integral jaringan. Misalkan jika jaringan kita terhubung Internet, maka kita akan lebih banyak memakai protocol TCP/IP suite yang merupakan protocol paling banyak dipakai pada jaringan.
 Infrastruktur Fisik
Suatu infrastruktur fisik, sesuai dengan namanya – fisik, maka akan banyak berhubungan dengan komponen fisik suatu jaringan (tentunya sesuai dengan design jaringan yang anda buat) seperti:
·         Yang berhubungan dengan masalah perkabelan jaringan, yaitu kabel jaringan yang sesuai dengan topology jaringan yang anda pakai. Misal jika dalam jaringan anda memakai backbone Gigabit Ethernet maka sudah seharusnya anda memakai kabel CAT5e yang bisa mendukung speed Gigabit.
·         semua piranti jaringan seperti :
o    router yang memungkinkan komunikasi antar jaringan local yang berbeda segmen,
o    switches, bridges, yang memungkinkan hosts terhubung ke jaringan
o    Servers yang meliputi seperti server data file, Exchange server, DHCP server untuk layanan IP address, DNS server dan lain-2, dan juga hosts .
·         Infrastruktur fisik bisa termasuk didalamnya technology Ethernet dan standard wireless 802.11a/b/g/n, jaringan telpon umum (PSTN), Asynchronous Transfer Mode (ATM), dan semua metoda komunikasi dan jaringan fisik nya.
Infrastruktur Logical
Infrastrucktur logical dari suatu jaringan komputer bisa merupakan komposisi dari banyak elemen-2 software yang menghubungkan, memanage, dan mengamankan hosts pada jaringan. Infrastruktur logical ini memungkinkan terjadinya komunikasi antar komputer melewati jaringan fisik yang sesuai dengan topology jaringan. Sebagai contoh dari infrastruktur logical ini adalah komponen-2 seperti
·         Domain Name System (DNS), yang merupakan system untuk memberikan resolusi name dari permintaan resolusi name dari clients.
·         Directory services, yang merupakan layanan directory untuk meng-authentikasi dan authorisasi user untuk masuk dan menggunakan resources jaringan.
·         protocol-2 jaringan seperti protocol TCP/IP, protocol jaringan yang sangat popular dan paling banyak dipakai sebagai protocol jaringan dari berbagai platform jaringan baik berplatform windows, Linux, Unix dan lainnya.
·         System keamanan jaringan seperti:
o    jika anda memakai jaringan Windows server, anda mestinya sudah melengkapi dengan system update patch yang dideploy secara automatis kepada semua host dalam jaringan anda seperti WSUS (Windows System Update Services)
o    System keamanan terhadap virus, kalau untuk kepentingan jaringan yang besar anda sudah seharusnya membangun suatu system antivirus corporate edition dimana semua clients akan terhubung ke server ini untuk download signature datanya secara automatis.
o    System keamanan terhadap segala macam ancaman terhadap jaringan anda yang juga terkait dengan infrastruktur fisik anda seperti firewall, pemakaian IPSec pada koneksi remote VPN dan lainnya.
o    Segala macam policy dan guidelines dari corporate tentang pemakaian resource jaringan juga tidak kalah pentingnya. Misal policy tentang pemakaian email dalam company yang tidak (mengurangi) untuk pemakaian pribadi seperti mailing list yang bisa memungkinkan banyak email spam dalam system exchange anda.
·         software client penghubung ke server, dan lain-2.

Ad-hoc Network


Ad-hoc memilki arti “hanya untuk suatu keperluan atau tujuan tertentu”.  Sehingga bila tujuan telah tercapai maka jaringan ini dapat dihilangkan atau tidak digunakan lagi. Dalam pengertian lain, jaringan ad hoc adalah jaringan bersifat sementara tanpa bergantung pada infrastruktur yang ada, bersifat independen. Jaringan ad hoc adalah jaringan wireless multihop yang terdiri dari kumpulan mobile node (mobile station) yang bersifat dinamik dan spontan, dapat diaplikasikan di mana pun tanpa menggunakan jaringan infrastruktur (seluler ataupun PSTN) yang telah ada. Contoh mobile node adalah notebook, PDA dan ponsel. Jaringan ad hoc disebut juga dengan spontaneous network atau disebut MANET (Mobile Ad hoc NETwork).